BNN KOTA BANDA ACEH ISI ACARA RAMADHAN MAN 1 ACEH BESAR

admin 17 May 2019 berita

SAMAHANI-(Suryanti) Kegiatan Dinul Islam yang dilaksanakan di MAN 1 Aceh Besar, Sampai hari keempat berjalan dengan lancar. Panitia penanggung jawab kegiatan, Kamis 14 Mei 2019 mendatangkan BNN kota Banda Aceh dalam rangka sosialisasi anti narkoba kepada siswa dan siswi MAN 1 Aceh Besar. Materi seharusnya disampaikan oleh bapak Hasnanda putra, namun karena beliau berhalangan hadir, diwakilkan kepada Desi Rosdiana SKM, Kasii Rehabilitasi BNNK Banda Aceh.

Rosdiana kepada peserta kegiatan ramadhan menyampaikan tentang beberapa jenis narkoba dan efek yang akan  dirasakan oleh si pengguna narkoba. Beliau berharap sangat kepada semua siswa MAN 1 Aceh Besar untuk semaksimal mungkin menghindari diri agar tidak mengkonsumsi barang haram tersebut.

Dalam penyampaiannya, Rosdiana memperkenalkan beberapa jenis narkoba. Pertama, adalah jenis narkoba yang dikenal dengan morfin. Jenis ini berefek kepada menurunnya kesadaran pengguna, euforia, kebingungan, berkeringat dan sebagainya. Unkap Kepala seksi rehabitasi BNNK Banda Aceh ini.

Kedua, jenis Heroin. Jenis ini berefek kepada melambatnya denyut nadi, otot lemas, dan hilang kepercayaan diri. Ketiga kokain. Jenis ini dapat memberi efek kegembiraan yang berlebihan bagi si pengguna, merasa gelisah, menurunnya berat badan, serta timbul masalah penyakit kulit.

Keempat, ganja/ mariyuana. Jenis ini dapat membuat sipemakai merasa euforia yang berlebihan berkepanjangan tanpa sebab, sulit dalam mengingat, gelisah dan sebagainya. Rosdiana juga menjelaskan bahwa ada juga jenis lainnya seperti ekstasi  dan sabu sabu yang saat ini cukup banyak beredar dan digunakan oleh pemuda dan remaja di Aceh.

Pada saat awal-awal penyampaian materi tentang narkoba, reaksi siswa dan siswi,  awal-awalnya biasa saja, tapi ketika siswa melihat bukti yang ditampilkan melalui slide satu persatu dimana ada beberapa artis seperti aktor pemeran home alone yang awalnya tampan, bersih, sehat, wajah muda tapi setelah mengunakan narkoba wajah menjadi tua, muka keriput. Pada saat itu, siswa sudah mulai antusias memperhatikan dan menyimak apa yang disampaikan oleh pemateri.

Dalam penyajian materi,  interaksi antara ibu Rosdiana dan siswa yg begitu akrab sehingga membuat suasana peserta yang mengikuti materi berubah jadi serius dan antusian. Rosdiana juga menyampaikan pesan  berulang ulang dan memberi penekanan kepada siswa dan siswai MAN 1 Aceh Besar agar jangan coba coba menggunakan narkoba.  Jangankan mencoba, mendekati saja jangan pernah.  begitu pintanya.

Sekali saja mencoba,  maka zat adiktif yg terkandung di dalam narkoba akan menempel di otak seumur hidup dan tak akan pernah bisa dihilangkan. Oleh sebab itu, kata Rosdiana, SAY NO TO DRUGS atau katakan tidak pada narkoba, Imbuhnya.

Dewan guru MAN 1 Aceh Besar yang ikut meramaikan ruangan aula, memberikan apresiasi terhadap materi yang disajikan oleh BNN kota Banda Aceh tentang bahaya narkoba. Ilmunya sangat bermanfaat bagi siswa, ungkap suryanti salah seorang guru yang ikut menyimak paparan ibu Rosdiana.  

Kepala MAN 1 Aceh Besar Arjuna, S.Pd, M.Pd menyampaikan terimakasih ke BNN dan wakil kusus kepada ibu Rosdiana dan  dua orang dokter klinik Pratama BNNK Banda Aceh yang ikut dalam rombongan BNN Kota Banda Aceh. Dan berharap kerjasama ini akan terus berlanjut dalam upaya memerangi narkoba di Serambi Mekkah. (Tim Redaksi Website).