METODE BERNYANYI DALAM PEMBELAJARAN MENGHAFAL MUFRADAT

Penulis : Warih S, S. Ag

PENGANTAR

       Ritme serta lirik lagu dapat membantu mengingat kata-kata lebih baik serta dapat memahami pesan lagu yang lebih dalam dan mengingatnya dalam jangka waktu yang lama. Selain lebih mudah mengingat dan memahami mufradat secara lebih efektif, menyanyikan lagu berbahasa Arab dapat membantu mengembangkan kalam dengan intonasi yang alami. Hal ini disebabkan siswa memperkaya kosa kata (iktisab al lughah) melalui pendengaran (istima’). 

Metode bernyanyi merupakan metode pembelajaran yang menggunakan syair-syair yang dilagukan. Biasanya syair-syair tersbut disesuaikan dengan materi-materi yang akan diajarkan oleh pendidik. Memurut bebrapa ahli, bernyanyi membuat suasana belajar menjadi riang dan bergairah sehingga perkembangan anak dapat distimmulasi secara lebih optimal. Manfaat dari metode menyanyi yaitu membantu mencapai kemampuan dalam pengembangan daya pikir, membantu menyalurkan emosi seperti senang atau sedih melalui isi syair lagu/nyanyian, dan membantu menambah perbendaharaan kata baru melalui syair lagu/ nyanyian.

 

PENERAPAN METODE BERNYANYI DALAM MENGHAFAL MUFRADAT “ AL JIHAAT”


            Sebelum proses belajar mengajar berlangsung, seorang guru harus mempersiapkan materi apa yang akan disampaikan. Guru menyiapkan Rencana Pembelajaran dan perangkat pembelajaran lainnya yang dibutuhkan seperti alat, media dan sumber belajar. Pada saat kegiatan tatap muka, secara umum guru melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Guru melakukan/membiasakan siswa selalu membaca do’a setiap mulai pembelajaran dan ketika pembelajaran berakhir.

2. Sebelum pembelajaran di mulai, guru bercerita dulu yang ada hubungannya dengan materi yang akan diajarkan

3. Guru memisahkan antara siswa yang mampu dengan kurang mampu agar mudah diajarkan.

4. Bila siswa tidak fokus lagi maka guru mengalihkan dengan kegiatan yang menarik minat siswa untuk belajar kembali kira-kira 5 menit.

5. Mengalihkan pembicaraan dengan memotivasi siswa dengan hal-hal yang baik,bila siswa tidak serius lagi dalam belajar.

Langkah-langkah pembelajaran menghafal mufradat “al Jihaat” dengan  metode bernyanyi dilakukan pada siswa kelas VII-1 MTsN 1 Aceh Besar, melalui tahapan sebagai berikut:

1.  Guru menyiapkan materi  dalam bentuk gambar mata angin

2. Guru meminta salah seorang siswa menuliskan mufradat dari maateri “al Jihaat” dipapan tulis dengan harakat yang lengkap,

3. Setelah siswa selesai menulis  mufradat, guru menyebutkan arti mufradat tersebut.

4. Selanjutnya guru menggunakan kata tersebut dalam satu kalimat sempurna supaya siswa lebih memahami makna dan fungsi gramatikalnya.

5. Siswa menirukan pengucapan kalimat tersebut secara bersama sama, kemudian secara kelompok, lalu secara individu.

6.Guru membimbing cara menghafal mufradat dalam kalimat tersebut dengan menggunakan metode menyanyi.

7.Guru menulis kembali makna mufradat dan kalimat yang dapat membantu kejelasan makna di papan tulis.

 8.Siswa menulis mufradat-mufradat baru dan contoh kalimat yang sudah ditulis oleh guru di papan tulis di buku tulis masing-masing.

9.Siswa secara berpasangan menyanyikan mufaradat tersebut sampai mereka mampu menghafal.

Metode bernyanyi yang digunakan dalam pembelajaran menghafal mufradat “al jihaat” adalah modifikasi dari kegiatan mendengar, meniru dan menghafal. Secara lebih rinci teknik yang sangat penting diperhatikan dalam pembelajaran menghafal mufradat adalah:

1. Mendengarkan kata, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendengarkan kata yang diucapkan guru atau media lain. Apabila unsur bunyi dari kata tersebut sudah dikuasai oleh siswa, maka selanjutnya siswa akan mampu mendengarkan secara benar.

2. Mengucapkan kata, dengan cara guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengucapkan kata yang telah di dengarnya. Mengucapkan kata baru akan membantu siswa mengingat kata tersebut dalam waktu yang lebih lama.

3.  Mendapatkan makna kata, guru sebaiknya menghindari terjemahan dalam memberikan arti kata kepada siswa.  Apabila dilakukan, maka tidak akan terjadi komunikasi langsung dalam bahasa yang sedang di pelajari, sementara makna katapun akan cepat dilupakan oleh siswa. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menghindari hal ini, yaitu dengan pemberian konteks kalimat, definisi sederhana, pemakaian gambar/foto, sinonim (muradif), antonim, memperlihatkan benda asli atau tiruannya, peragaan gerakan tubuh.

4.  Membaca kata, dilakukan setelah melalui tahap mendengar, mengucapkan, dan memahami makna kosakata baru. Selanjutnya guru menulisnya dipapan tulis. Kemudian siswa diberikan kesempatan membaca kata tersebut dengan suara keras.

5. Menulis kata setelah mampu membaca atau mengucapkan dengan benar. Penguasaan kosakata siswa akan sangat terbantu,apabila siswa menulis kata-kata yang baru dipelajarinya. Siswa akan lebih cepat dan lama mengingat kosa kata melalui tahapan dengar, ucap, paham, dan tulis.

6.  Membuat kalimat adalah tahap terakhir dari kegiatan pembelajaran kosakata. Siswa diminta untuk menggunakan kata-kata baru untuk membuat sebuah kalimat

Setelah selesai seluruh tahapan pembelajaran yang diuraikan di atas, guru harus melakukan evaluasi kemampuan siswa menghafal mufradat. Evaluasi diartikan sebagai suatu proses mempertimbangkan perlu tidaknya tindak lanjut yang harus dilakukan oleh guru.  Pembelajaran mufradat dapat dikelompokkan menjadi tes pemahaman dan tes penggunaan. Tes pemahaman lebih ditekankan pada pengukuran kemampuan siswa dalam memahami arti mufradat, sedangkan tes penggunaan lebih dititikberatkan pada kemampuan siswa menggunakan mufradat dalam suatu kalimat. 

 

 

                                                                     Penulis adalah Guru Bahasa Arab Pada MTsN 1 Aceh Besar