Ekskul Jurnalistik MAN 1 Aceh Besar Bekali Siswa Teknik Menulis Berita
Jurnalistik adalah kegiatan mencari, mengolah, dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, salah satunya dalam bentuk berita
Laporan: Rifa Ul Ghina (XI-4), Nisa Urrahmah (XI-2), dan Jannata Anggraini (X-4)

SAMAHANI – Kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik MAN 1 Aceh Besar kembali dilaksanakan di Taman Literasi MAN 1 Aceh Besar, Samahani Aceh Besar, Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang diikuti delapan siswa kelas X dan XI tersebut menghadirkan Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik, Ansar Salihin, S.Sn., M.Sn., sebagai pemateri.
Pada pertemuan tersebut, siswa mendapatkan materi tentang dasar-dasar jurnalistik, jenis-jenis berita, serta tata cara mencari, mengolah, menulis, hingga menyebarluaskan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat.
Ansar Salihin menjelaskan bahwa jurnalistik merupakan kegiatan mencari, mengolah, dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, salah satunya dalam bentuk berita. Ia menekankan bahwa berita harus disusun berdasarkan informasi yang aktual dan faktual.
“Jurnalistik adalah kegiatan mencari, mengolah, dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, salah satunya dalam bentuk berita. Berita adalah laporan tentang suatu peristiwa yang bersifat aktual dan faktual,” jelas Ansar Salihin.
Dalam materi penulisan berita, Ansar menjelaskan bahwa sebuah berita harus memenuhi unsur 5W+1H, yaitu what, who, when, where, why, dan how. Selain itu, berita memiliki struktur yang perlu disusun secara berurutan agar informasi dapat disampaikan dengan jelas kepada pembaca.
“Struktur berita terdiri atas judul, teras berita, tubuh berita, dan penutup. Selain itu, isi berita terdiri atas dua bagian, yaitu narasi dan kutipan atau pendapat. Kutipan dalam berita juga terbagi menjadi dua, yaitu kutipan langsung dan tidak langsung,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kutipan dalam berita berfungsi untuk memperkuat informasi yang disampaikan. Kutipan dapat berupa pernyataan langsung dari narasumber ataupun pernyataan yang disampaikan kembali oleh penulis dalam bentuk kutipan tidak langsung.
Setelah materi disampaikan, para siswa diminta untuk langsung mempraktikkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan membuat berita tentang kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut. Praktik ini dilakukan agar siswa dapat memahami secara langsung cara menyusun berita sesuai dengan unsur dan struktur yang telah dijelaskan.
Meskipun kegiatan hanya diikuti oleh delapan siswa, suasana pembelajaran berlangsung hidup. Para siswa tampak antusias mengikuti materi dan praktik penulisan berita dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik tersebut.



